Lalat Tentara Hitam, Maggot, BSF, Maggot BSF, Black Soldier Fly, Tentara Lalat Hitam
Maggotbsf.Info -- Lalat tentara hitam (black soldier fly, atau disingkat dengan akronim BSF) merupakan spesies asli dari dari wilayah Neotropical, tetapi dalam beberapa dekade terakhir telah tersebar di semua benua. Lalat tentara hitam dewasa memiliki panjang sekitar 16 mm dengan warna hitam mendominasi bagian tubuhnya.  Lalat tentara hitam dewasa memiliki siklus hidup yang unik, kehidupannya yang hanya beberapa hari saja didedikasikan untuk kawin dan bertelur. Seekor betina dewasa dapat bertelur 500-900 butir telur dalam satu waktu.

Tidak Berbahaya

Berbeda dengan lalat rumah dan lalat hijau, lalat tentara hitam dewasa tidak memiliki mulut dan memiliki area jangkauan terbang yang lebih pendek dibandingkan lalat rumah dan lalat hijau, sehingga tidak menjadi penyebar penyakit bagi manusia. Lalat tentara hitam tidak dapat menggigit dan menyengat, menjadikannya sangat aman walaupun disentuh oleh manusia.

Nilai Manfaat

Tahapan siklus hidup dari lalat tentara hitam yang paling bermanfaat bagi manusia adalah ketika larva.  Paling sedikit ada 3 manfaat yang biasa diambil dari larva/belatung/maggot lalat tentara hitam.

Dapat menjadi agen pengurai sampah organik, menyelesaikan masalah sampah organik di Indonesia karena maggot bsf dapat makan hingga 2 kali berat tubuhnya setiap hari. Artinya jika ada 10 Kg maggot bsf maka ada 20 Kg sampah organik yang dapat kita olah setiap harinya.

Maggot bsf memiliki kandungan nutrisi yang tinggi diantaranya protein dan lemak. Nilai nutrisi ini dapat menjadikannya sebagai bahan makanan hewan peliharaan dan hewan ternak antara lain ikan, ayam, burung, itik, kadal, kura-kura dan lainnya. Kadar protein larva bsf dapat mencapai lebih dari 40% dan kadar lemak dapat lebih dari 10%. Peneliti di Ohio, Amerika Serikat mengembangkan pelet ikan dari daging larva bsf. Di Inggris sendiri telah dilegalkan penggunaan larva bsf sebagai pakan ikan. Di beberapa negara bahkan maggot bsf digunakan sebagai bahan pangan alternatif bagi manusia.

Hasil sekresi maggot bsf yang dikenal dengan sebutan frass dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Hal ini menjadikan budidaya maggot bsf dapat dikatakan zero waste karena tidak ada limbah yang terbuang selama proses budidaya maggot bsf.

Demikian pengenalan singkat mengenai lalat tentara hitam (black soldier fly) beserta manfaatnya bagi kehidupan manusia. Lebih lanjut akan dibahas segala sesuatu yang berhubungan dengan lalat tentara hitam (black soldier fly) terutama dalam hal budidaya maggot bsf.

(Sumber : www.budidayamaggotbsf.com)
[right-side]

Pakan Alternatif, Maggot, BSF, Maggot BSF, Black Soldier Fly, Tentara Lalat Hitam
Maggotbsf.Info -- Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Nahrowi, menemukan alternatif pakan ternak berbahan dasar maggot guna menggantikan MBM. MBM atau meat bone meal banyak digunakan untuk ransum atau bahan penyusun pakan hewan ternak seperti unggas, ikan, dan babi. Selama ini MBM 100 persen impor. Hal ini menyebabkan harga MBM mahal. Sedangkan kebutuhan Indonesia akan MBM tiap tahunnya mencapai 800 ribu ton.

Prof. Nahrowi mengatakan, sebelumnya Indonesia memakai tepung ikan yang mengandung protein hewani untuk ransum ternak. Namun, kualitas tepung ikan yang diproduksi oleh Indonesia kurang baik.

Indonesia masih belum bisa memproduksi MBM, karena bahan baku untuk membuat MBM juga dikonsumsi untuk manusia, seperti daging dan tulang. MBM yang terbuat dari hewan mamalia termasuk babi juga menjadi masalah bagi para peternak muslim yang ada di Indonesia. Untuk itu, perlu adanya pakan alternatif yang bisa menggantikan MBM seperti maggot,” ujar Prof. Nahrowi.

Maggot adalah larva dari lalat. Lalat yang digunakan sebagai penghasil maggot untuk pakan ternak ini berasal dari lalat buah yaitu jenis Black Soldier Fly (BSF). Maggot sangat cocok dijadikan pengganti MBM sebagai pakan ternak karena memiliki semua kriteria yang menjadi syarat utama bahan pakan ternak. Adapun syarat-syarat pakan ternak yaitu, komposisi nutrisi terpenuhi, harga bersaing, dan ketersediaan banyak. Ketiga syarat tersebut dapat dipenuhi oleh maggot. Produksi maggot sangat cepat, satu ekor lalat BSF dapat menghasilkan 500 maggot dalam sekali reproduksi. Pemeliharaan lalat BSF yang mudah juga menjadi nilai lebih untuk menggantikan MBM. Selain itu, faktor lain yang tidak kalah penting untuk menentukan maggot sebagai alternatif pakan pengganti adalah BSF merupakan serangga yang tidak membawa unsur penyakit dan memiliki nilai protein tinggi.

Penelitian Prof. Nahrowi tentang maggot sudah dilakukan sejak tahun 2009. Hingga saat ini penelitiannya masih terus berlanjut sampai tahap pembuatan konsentrat protein, lemak dan kitin dari maggot. Hal ini dilakukan untuk semakin mengefisienkan dan mengoptimalkan sumber nutrisi untuk pakan ternak dari maggot. Selain maggot, sebelumnya Prof. Nahrowi juga pernah meneliti ulat Hongkong sebagai pakan alternatif, tetapi ketersediaan yang terbatas dan harga yang mahal membuat ulat Hongkong sulit untuk dikembangkan lebih luas. Ia berharap penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas dan dapat dimanfaatkan oleh banyak orang.
[right-side]

Maggot, BSF, Maggot BSF, Black Soldier Fly, Tentara Lalat Hitam
Maggotbsf.Info -- Produksi lele nasional melesat lebih dari dua kali lipat tahun lalu, dipicu oleh permintaan pasar yang melonjak. Berdasarkan data Ditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi lele 2017 mencapai 1,8 juta ton atau melesat 131,7% dari pencapaian tahun sebelumnya. Angka itu di atas target KKP 1,3 juta ton. Lele sedang 'naik daun'. Permintaan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, naik 30% dalam 2 tahun terakhir (Asosisiasi Catfish Indonesia).

Apakah keuntungan budidaya ikan lele?, hal ini dikarenakan :
  1. Dараt dibudidayakan dilahan dan sumber air уаng terbatas dеngаn padat tebar tinggi
  2. Teknologi budidaya relatif mudah dikuasai оlеh masyarakat,
  3. Pemasarannya relative mudah   
  4. Modal usaha dibutuhkan relatif rendah.
Pertimbangan dalam budidaya ikan  air tawar, yang menjadi faktor utama yaitu pakan, dimana biaya operasionalnya mencapai 60 – 70 %. Hal ini menjadi dasar dalam menentukan pakan, maggot  merupakan alternatif bahan pakan yang relatif mudah ditemukan dan murah juga jika diolah dengan bahan-bahan lainnya, mengingat saat ini, maggot belum maksimal dijadikan pakan.

Manggot banyak dijumpai di lingkungan tumpukan  sampah,  yang saat ini sampah menjadi ancaman masyarakat, asumsi pada 2025, dengan prediksi jumlah penduduk 270 juta jiwa, diperkirakan akan ada 270.000 ton sampah per harinya. (Kompas, 7/3).

Tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan, sampah juga membutuhkan lahan yang luas.

Budidaya maggot, atau bahasa Indonesianya adalah belatung, adalah bentuk larva dari serangga. Maggot yang baik untuk pakan tentu tidak sembarang dari serangga atau lalat rumah biasa, tetapi harus diperhatikan jenis dan kandungan proteinnya. Maggot yang biasa digunakan untuk pakan alternatif lele berasal dari serangga black soldier fly (BSF), atau nama latinnya adalah Hermetia illucens. Maggot jenis ini dikenal memiliki kadar protein sampai 40% sehingga cocok untuk jadi pakan ikan lele.

Untuk membiakkan maggot, ada beberapa cara khusus yang dilakukan oleh pembudidaya. Ada yang menggunakan campuran ampas tahu, ada yang menggunakan bekatul. Bahan media biasanya disimpan dalam wadah/ember kemudian diberi air sedikit, lalu di atasnya disimpan daun pisang kering sebagai tempat lalat BSF bertelur dan menghasilkan maggot. Wadah ditutup, kemudian tunggu sampai 2-3 minggu, maka maggot siap dipanen dan diberikan pada lele.

Ketekunan dan kesabaran  dalam Budidaya belatung tanpa bau?, diawali dengan memilah sampah  rumah tangga dan ambil sampah organiknya saja dan hal ini bisa dilakukan oleh semua orang. Meski cara ini terlihat sangat sederhana namun mampu memberikan hasil budidaya belatung tanpa bau. Sayangnya budidaya belatung dengan cara sederhana ini sering kali diabaikan.
[right-side]
Diberdayakan oleh Blogger.